Menkeu Purbaya Hadiri Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2026
Menkeu Purbaya Hadiri Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2026
Jumat
02 Januari 2026
23.48
Jakarta, 2/1/2026 Kemenkeu — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 pada Jumat (2/1) di Gedung Bursa Efek Indonesia, menandai dimulainya aktivitas pasar modal nasional di awal tahun 2026.
Seremoni pembukaan perdagangan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman.
Melalui laman Instagram @menkeuri, Menkeu Purbaya menyampaikan harapan dan optimisme terhadap perkembangan pasar modal di tahun 2026. Menkeu berharap sektor pasar modal dapat semakin berperan bagi perekonomian nasional.
Menkeu menegaskan bahwa sinergi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, pelaku pasar, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mendorong pasar modal Indonesia semakin kuat dan berdaya saing.
“Dengan sinergi seluruh stakeholder, pasar modal diharapkan tumbuh semakin kuat dan berdaya saing,” ujar Menkeu melalui laman Instagram @menkeuri.
Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat optimisme pasar serta mendorong pasar modal agar semakin berkontribusi dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. (lh/al)
.jpg)
bagus
BalasHapusTerimakasih atas Informasinya sangat membantu
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBERKAT PAK PURBAYA IHSG LAGI OTW 10.000
BalasHapusPenekanan Menkeu pada peran pasar modal sebagai akselerator ekonomi menunjukkan bahwa pemerintah 2026 akan sangat mengandalkan pendanaan non-perbankan untuk memacu investasi nasional.
BalasHapus